Kamis, 28 Oktober 2021

MENANAMKAN RASA EMPATI DAN SIMPATI DALAM TOLONG MENOLONG ANTAR SESAMA

Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.

Lihatlah gambar di bawah ini. ! Kondisi nyata yang bisa kita lihat di sekitar kita. Kemiskinan yang masih nampak. Alhamdulillah Allah SWT memberikan jalan kehidupan kepada kita yang tidak seperti itu.

Gambaran nyata kehidupan tersebut tidaklah cukup hanya mampu dibicarakan saja namun perlu ada tindakan yang mengharuskan kita tertanam rasa Empati dan Simpti kepada mereka. Mudah--mudahan dapat membantu meski tidak besar dan berharga.










Bagaimana kalian menanggapi gambaran kondisi tersebut. ? Kita mencoba untuk mengevaluasi rasa peduli kita antar sesama. Kita mengevaluasi tindakan nyata pertolongan kita  kepada  kaum yang amat membutuhkan.

Silahkan berikan komentar kalian (bebas) terhadap gambaran kehidupan tersebut (diatas). Jangan lupa tuliskan nama.
Terima Kasih.

# Jumat Berkah
# Empati dan SImpati

Kamis, 21 Oktober 2021

MENGENAL TANDA BALIG DAN KEWAJIBAN YANG HARUS DILAKSANAKAN


Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.

Dalam Islam, dikenal istilah akil balig, yang menandai apakah seseorang sudah dapat dibebani kewajiban menjalankan syariat sepenuhnya atau belum. Terdapat tanda-tanda umum kapan seseorang, baik lelaki maupun perempuan, sudah memasuki usia akil balig. 

Akil yang secara bahasa artinya berakal, memahami, atau mengetahui. Sementara itu, balig dapat didefinisikan sebagai seseorang yang sudah mencapai usia tertentu dan dianggap sudah dewasa, atau sudah mengalami perubahan biologis yang menjadi tanda-tanda kedewasaannya .


Seorang muslim yang sudah balig berarti bertanggungjawab sepenuhnya untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ia tidak lagi dianggap sebagai anak-anak yang belum memahami mana perbuatan yang benar dan mana yang salah.

Tanda-Tanda Balig Tanda-tanda balig dapat diketahui melalui tiga hal. Yang pertama, umur anak laki-laki dan perempuan, yang dalam hal ini ada beragam pendapat ulama. Kedua, apakah seseorang sudah bermimpi basah (atau mengeluarkan mani) atau belum. Ketiga, untuk perempuan, apakah ia sudah haid atau belum.

Tanda Balig Berdasarkan Umur Terdapat ragam pendapat ulama mazhab tentang usia seseorang untuk disebut sudah balig. Mazhab Syafii dan Hambali secara umum menyebutkan, usia balig untuk laki-laki dan perempuan adalah 15 tahun. Mazhab Hanafi menerapkan batas minimal dan maksimal usia balig. Batas minimal seseorang disebut sudah balig adalah 12 tahun untuk laki-laki dan 9 tahun untuk perempuan. Sedangkan batas maksimalnya, yaitu 18 tahun untuk laki-laki dan 17 tahun untuk perempuan. Mazhab Maliki memberikan batasan usia balig adalah genap 17 tahun memasuki 18 tahun, atau genap 18 tahun. Dalam hal ini, mazhab tersebut tidak membedakan batas usia balig untuk laki-laki atau perempuan.

Tanda Balig: Aktifnya Organ Reproduksi Allah berfirman dalam Surah an-Nur:59, "Dan apabila anak-anakmu telah sampai ihtilam (umur balig), maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin". Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Terangkatlah pertanggungjawaban dari tiga golongan, yaitu orang tidur hingga ia bangun, anak-anak hingga ia ihtilam (bermimpi basah dan mengeluarkan mani), dan orang gila hingga ia sembuh (kembali berakal)." Berdasarkan ayat dan riwayat tersebut, dipahami seseorang disebut sudah balig ketika ia sudah mengeluarkan mani, baik dalam keadaan sadar atau tidur (mimpi basah). Ketika seseorang sudah sampai tahap itu, maka ia bertanggungjawab untuk menjalankan syariat sebagai muslim yang seutuhnya.

Tanda Balig untuk Perempuan: Sudah Haid : Tanda lain seseorang sudah balig, khusus untuk perempuan, adalah haid. Diriwayatkan dari jalur Aisyah, bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Allah tidak menerima salat perempuan yang telah haid kecuali dengan kerudung". Ketika perempuan mengalami haid, maka ia tidak mengerjakan salat, dan salatnya itu tidak diqadha (diganti). Ini berbeda dengan puasa. Jika tiba bulan Ramadan, sedangkan perempuan berhalangan karena haid, maka ia wajib menggantinya pada hari lain di luar bulan puasa.

Jika seseorang sudah balig, berarti ia sudah dapat dibebani tanggung jawab menjalankan syariat Islam.

#Balig
#SyiarIslamRahmatanLilAlamin
#GuruBerkah

Kamis, 07 Oktober 2021

MENGENAL RUMUS CERDAS KETIKA MENGHADAPI KESULITAN DUNIA.

Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.

Ad Dunya Mazra Atul Akhirah. Dunia itu adalah ladangnya Akhirat.berarti bahwa Dunia dan Akhirat bukanlah dua perkara yang terpisah melainkan sesuatu proses yang berkesinambungan, yang awalnya adalah dunia dan akhirnya adalah akhirat . Apa yang kita tanam atau perbuat di dunia akan menjadi apa yang akan kita panen atau nikmati di kehidupan akhirat kelak  yang abadi.

Kini kehidupan dunia yang sedang kita jalani hendaknya  akan menjadi kehidupan surga yakni kehidupan yang penuh dengan rasa syukur dan senantiasa selalu dalam keberkahan Allah SWT.

Pertanyaannya, apakah kita mampu menghadapi kesulitan atau masalah yang kita jumpai di kehidupan dunia yang sedang kita jalani ini sebagai upaya untuk menikmati kehidupan dunianya. Masalah itu memang akan selalu ada, namun masalah yang kita hadapi bukanlah sesuatu yang harus kita jadikan beban. 

Kita harus cerdas dalam mensikapi masalah yang dijumpai. Tidak harus berputus asa dan menyerah atau lari dari kenyataan, karena itu bukanlah jalan keluar yang dapat menyelesaikan. Ingat dan renungkan  firman Allah  SWT pada Surah l-Insyirah : 6 yang artinya " Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan".

Berikut Rumus Cerdas ketika menghadapi kesulitan dunia : Insya Allah jika dibaca dan difahami secara mendalam akan dijumpai makna yang luar biasa menjadi manfaat.

1. Kita tidak sendirian  yang mengalami kesulitan ini.

2. Dibalik suatu kesulitan pasti ada hikmah besar yang akan kita dapatkan.

3. Hendaknya Selalu bergantung hanya kepada Allah SWT.

4. Segala sesuatu yang menimpa kita adalah sudah menjadi Takdir-Nya.

5. Kenalilah  Hakikat dari  kehidupan dunia yang kita jalani ini.

6. Selalu berprasangka baik kepada Allah SWT

7. Pilihan Allah akan selalu menjadi yang terbaik daripada pilihan kita.

8. Semakin sulit ujian  berarti akan semakin dekat jalan keluar.

9. Selalu berdoa kepada Allah SWT.

10.Sesungguhnya Allah sudah menyiapkan jalan keluarnya dari setiap masalah yang ada.

Tetap semangat ,senantiasa selalu sabar dan tawakal dan berdoa. Semoga Allah akan selalu menuntun dan mengabulkan doa kita. Aamiin.

# Syiar Islam Rahmatan Lil Alamin

# Bersama Kesulitan Selalu Ada Kemudahan

# Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah SWT


Nb. Jangan lupa komentar dan tanggapannya. Tulis dan Publikasikan. Agar apa yang tertulis akan menjadi maslahat dan manfaat juga untuk para pembaca lainnya. Trims



Kamis, 30 September 2021

MENATA ADAB PERGAULAN DALAM ISLAM (ADAB BERPAKAIAN)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikma Nasir

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk bersilaturahim. Hal ini menyiratkan tentang perintah untuk melakukan Pergaulan dalam kehidupan. Namun demikian Islam sangat menganjurkan agar dalam pergaulan yang dilakukan  tidak merugikan kepada diri sendiri juga orang lain. Artinya perlu ada Adab yakni tentang Norma/aturan  Pergaulan yang harus  selalu dipatuhi.

Apa itu Adab ?

Adab memiliki arti kesopanan, keramahan dan kehalusan budi pekerti   atau norma ,aturan mengenai sopan santun yang didasarkan pada aturan agama.   

Seberapa pentingnya Adab ?

Adab sangat penting dimiliki dan difahami oleh setiap manusia untuk kemudian dipraktekan dalam setiap pergaulannya dimanapun dan kapanpun. Adab merupakan bagian dari akhlak mulia yang menuntun manusia untuk menjadi manusia yang beradab. Manusia yang beradab disini adalah manusia yang bertanggungjawab terhadap kewajiban maupun haknya. Tak hanya itu adabpun sangat penting dalam hal mencegah manusia dalam perbuatan yang buruk. Manusia yang beradab akan menghasilkan amalan yang Akhlakul Karimah/akhlak yang baik. Sedangkan manusia yang tidak beradab akan menghasilkan amalan yang Akhlakul Mazmumah/akhlakyang  tercela.

Adab berpakaian dalam Islam.

Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk berpakaian yang bisa mengangkat derajat bukan yang malah merendahkan derajatnya atau dengan berpakaian akan melahirkan manusia yang bertakwa bukan manusia yang mengingkari perintah Allah SWT karena sesungguhnya berpakaian itu adalah perintah Allah SWT sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada manusia. Fungsi utama dari pakaian adalah sebagai penutup aurat yang mencerminkan ketinggian derajat manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Betapa pentingnya berpakaian. Bukankah dengn berpakaian kita akan merasa nyaman.? namun yang terpenting jangan sampai melalui pakaian yang kita pakai justru pelanggaran aturan Allah kita jalani.

Berikut Adab berpakaian dalam Islam :

1. Menutup aurat

2. Tidak menampakan lekuk tubuh

3. Pakaian yang digunakan tidak ketat.

4. Membedakan antara pakaian untuk laki-laki dan wanita.

5. Tidak meimbulkan perasaan Riya/ingin pujian.

Insha Allah dengan mematuhi ketentuan Adab Berpakaian tersebut di atas kita akan mendapatkan kenyamanan dalam memakainaya, yakni Nyaman secara Lahiriah dan juga nyaman secara Batiniah.

Alhamdulillah.

Ditunggu komentarnyaa!

Klik Komentar, kemudian tulis komentar dan langsung Publikasikan.

# Jumat Mubarok.

# Syiar Islam Rahmatan Lil Alamin

# Guru Berkah






Jumat, 24 September 2021

SABAR DIMASA PANDEMI UNTUK MERAIH RIDHO ALLAH SWT



Bismillahirrahmanirrahim
Ya Rabb jadikanlah kami sebagai orang-orang yang sentiasa selalu istiqomah dalam kesabaran dan senntiasa sabar dalam menjalankan ketaatan ibabah. Aamiin

Sabar dimasa Pandemi menjadi sesuatu yang amat penting dan bernilai. Sabar yang kita lakukan akan memberikan dampak hasil yang positif.
Pandemi yang sudah hampir 18 bulan ini tentunya telah banyak menghilangkan kebiasaan kita dalam masa kebebasan. Terkadang rasa rindu untuk kembali memulai seperti masa yang normal telah menjadi keinginan yang meletup-letup. 

Pertentangan batin pasti selalu berkecamuk, antara keinginan untuk segera menikmati kebebasan normal dengan mentaati aturan prokes pandemi yang ketat. Disinilah mulai munculnya luapan keinginan yang terus meronta. Padahal manakala pelanggaran itu dilakukan maka konsekuensi yang terjadi pasti akan didapat yaitu ; tertular atau menularkan  Covid.

SABAR..
Yuuk kita tahan keinginan tersebut. Tahan luapan nafsu yang terus bergejolak. Kita pegang teguh komitmen Sabar. Kita pegang erat jngan sampai terbawa arus pelanggaran kesabaran.

SABAR itu menahan diri. Kita tahan syahwat menggebu untuk melakukan Pelanggaran Prokes.
SABAR itu menerima segala sesuatu dengan lapng dada. Kita terima dengan ikhlas kondisi sekarang yang Pandemi.
SABAR itu bentuk kemampuan pengendalian diri sebagai sikap yang memiliki  dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang dimilikinya. Untuk itu belajarlah untuk selalu bersabar yakni dengan cara :
1. Niat yang ikhlas karena Allah
2. Mengatur emosi
3. Rajin membaca  Al-Quran
5. Selalu berpikiran positif
6. Mengingat Allah dengan berzikir



Yuuk kita janji untuk menjadi orang yang Sabar dan berkomitmen untuk selalu lebih sabar dalam kehidupan ini :
Tidak mudah tersinggung.
Selalu tegar dan kuaat dalam menghadapi ujian dan cobaan
Tekun dan terus berusaha untuk meraih apa yang diinginkn

Ingatlah bahwa SABAR itu sebgian dari IMAN, ia akan damai dan hidup tenang dimana saja karena ia telah menyempurnakan imannya untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Bentuk yang mudah dalam mengaplikasikan sifat SABAR dimasa Pandemi :
1. Sabar untuk selalu memakai masker.
2. Sabar untuk senantiasa menjaga jarak
3. Sabar untuk senantiasa menghindari kerumunan
4. sabar untuk selalu mencuci tangan.
5. Sabar untuk selalu menghindari bepergian jauh
Insha Allah kesabaran yang kita lakukan akan memberikan hasil yang baik yaitu Hidup sehat dalam keridhoaan Allah SWT.
Indahnya kata ini : "SUNGGUH ALLAH SELALU BERSAMA ORANG-ORANG YANG SABAR." : Q.S Al-Baqarah : 153 
#StiarIslamRahmatanLilAlamin
#Sabar

Minggu, 19 September 2021

BERBUAT BAIKLAH PADA ORANGTUAMU "IBU"

Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma Sholli  ala Sayyidina Muhammad, wa ala ali Sayyidina Muhammad. "Ya Allah berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."

Firman Allah pada Surah Al-Ahqaf : 15

Artinya: "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Pada ayat ini sangat jelas bahwa Allah SWT telah memerintahkan kepada seorang anak untuk senantiasa berbuat baik kepada orangtuanya,terutama pada Ibunya.Bukan karena hanya Ibu yang telah mengandung, melahirkan dan merawatnya dengan penuh kasih dan sayang namun sungguh karena begitu banyak kebaikan jasa seorang ibu yang telah dicurahkan demi keberhasilan  anak-anaknya.

Jangankan untuk berbuat kasar dan menyakiti kepada ibu, berkata "Ah" saja ,Allah SWT telah melarangnya untuk dilakukan oleh seorang anak kepada ibunya dalam keadaan din situasi apapun karena itu termasuk dosa besar.Naudzubillah min dzalik

Sungguh kedudukan ibu sangat memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat dalam kehidupan kita . Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim telah disampaikan : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , lalu bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perbuatan kebaikanku?" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ibumu,"" lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ibumu," Lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ibumu," Lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Bapakmu."

Masya Allah, kita telah disampaikan sebuah ajaran kebaikan yang hakiki bakti seorang anak kepada sosok mulia terhormat yang amat berjasa dalam kehidupan kita. Ibu yang perkasa

" Ya Rabb, jadikan kami sebagai anak-anak yang akan senantiasa memberikan kebahagian pada ibu kami,Aamiin"

Ibu :

Sosok yang tak pernah berkeluh kesah saat merawat dan menjaga anak sepanjang masa.

Sosok yang tak henti mendoakan keselamatan dan keberhasilan anak-anaknya.

Sosok yang akan selalu menampakan wajah cerianya di hadapan anak-anaknya meski sesungguhnya dalam kepedihan dan kesedihan.

" Ya Rabb, berikanlah Rahman dan Rahim-Mu untuk kebahagiaan ibu kami "

#BirrulWalidain

#IbuPerkasa

#MeraihRidhoAllah

SYIAR ISLAM "RAHMATAN LIL ALAMIN", ILMU YANG AMALIAH ( Sekapur Sirih dari Penulis )

Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma Sholli  ala Sayyidina Muhammad, wa ala ali Sayyidina Muhammad. "Ya Allah berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."

Blog  " Syiar Islam  Rahmatan Lil Alamin "yang amat sederhana ini saya buat dengan niatan untuk menjadikan wasilah rasa syukur saya kepada Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya yang senantiasa dicurahkan dengan Rahman dan Rahim-Nya.

Semoga Blog yang berisi tulisan sederhana ini dapat menjadi jalinan silaturahim dengan para pembaca dan menjadi wasilah Tadabur, Tafakur dan Tasyakur kita kepada Allah SWT. Aamiin

Mohon maaf dalam penyajian tata kalimat dan kekurangan ilmu yang dimiliki dalam penulisan Blog ini.

Mohon koreksi dan perbaikannya dari segala khilaf dan kesalahan.

Penulis ucapkan : Jazakallah Khairan Katsiran